MoU antara Pemkot Ternate bersama Modiv Production. (Foto/Humas)
TERNATE, GO RMC.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate resmi menandatangani naskah kesepakatan bersama dengan pihak swasta, Modiv Production, dalam rangka pemanfaatan aset daerah.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret mengoptimalisasi fasilitas milik pemerintah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tantangan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Penandatanganan kesepakatan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (9/7/2026). Kerja sama ini mencakup pengelolaan sejumlah fasilitas publik ikonik, yakni Sport Hall, Goa Fanyira, dan Lapangan Mokula.
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Ternate, Chairul S. Arief, menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta merupakan keniscayaan dalam kondisi anggaran yang terbatas.
Menurutnya, aset-aset daerah tidak boleh dibiarkan stagnan, melainkan harus diubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang berkelanjutan.
“Di tengah kondisi fiskal yang terbatas, kerja sama investasi seperti ini harus dimanfaatkan. Bentuknya adalah pemanfaatan fasilitas dan sarana prasarana milik Pemkot, sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah,” ujar Chairul usai penandatanganan.
Chairul menjelaskan, inisiatif ini telah melalui tahapan pembahasan matang bersama Sekretaris Daerah sebelum akhirnya disepakati oleh Wali Kota Ternate.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot akan segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan tata kelola aset berjalan transparan dan akuntabel.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah revitalisasi Sport Hall Ternate. Fasilitas ini mendapat perhatian khusus karena Pemprov Maluku Utara juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,7 miliar untuk mendukung renovasinya, menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah kota dan provinsi dalam peningkatan infrastruktur olahraga.
Sementara itu, Direktur Modiv Production, Anas Budintara, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemkot Ternate. Dengan rekam jejak sebagai vendor dan penyelenggara berbagai event berskala nasional, pihaknya optimistis mampu mentransformasi aset-aset tersebut menjadi lebih produktif.
“Semoga dengan jaringan dan pengalaman yang kami miliki, aset-aset Pemkot bisa dikelola secara maksimal dan memberikan kontribusi melalui skema bagi hasil untuk meningkatkan PAD Kota Ternate,” kata Anas.
Terkait agenda terdekat, yakni penyelenggaraan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada Agustus 2026 mendatang, Anas mengungkapkan telah ada komunikasi awal dengan Pemkot. Namun, ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan lanjutan mengenai bentuk keterlibatan Modiv Production dalam event bergengsi tersebut.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi pentahelix yang efektif, di mana aset publik tidak hanya terpelihara, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi tanpa membebani APBD secara berlebihan. (Rey)