Gubernur Sherly Tjoanda buka secara resmi pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
TERNATE, GO RMC.ID-Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Maluku Utara.
Acara yang berlangsung di Gamalama Ballroom, Bella Hotel Ternate, Kamis (18/6/2026) malam ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi daerah.
Meskipun Maluku Utara tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yakni 34 persen pada tahun 2025 dan 19,6 persen pada kuartal I-2026, ia menekankan bahwa angka tersebut belum mencerminkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita semua tahu bahwa pertumbuhan ini tidak inklusif. Data BPS menunjukkan sekitar 90 persen ekonomi kita masih didominasi oleh industri pertambangan ekstraktif. Sementara sektor lain seperti perikanan dan perkebunan hanya menyumbang sangat sedikit, berkisar 1-2 persen,” ungkap Sherly.
Melalui SE2026, Gubernur berharap dapat diperoleh data akurat untuk memetakan potensi sektor non-tambang yang selama ini terabaikan.
Ia menilai sensus ini menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti pala dan cengkih, serta mengembangkan sektor pariwisata bahari guna menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi komitmen Pemprov Maluku Utara dalam mendukung penyediaan data statistik.
Ia menyebut SE2026 sebagai “momentum emas” bagi Maluku Utara untuk mengubah struktur ekonomi yang lebih berimbang. Berdasarkan data awal, terdapat sekitar 90.800 unit usaha di Maluku Utara yang akan divalidasi melalui sensus ini.
Untuk menjamin keberhasilan sensus, pemerintah memperkenalkan jargon “TIER” kepada masyarakat: Terima petugas dengan ramah, Isi data dengan jujur, dan pastikan Kerahasiaan (Erat) data terlindungi undang-undang.
Gubernur Sherly juga berpesan kepada para petugas lapangan yang merupakan putra-putri asli Maluku Utara untuk bekerja dengan sabar dan profesional.
Ia berharap hasil data SE2026 segera diintegrasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di seluruh kabupaten/kota sebagai basis kebijakan pembangunan yang tepat sasaran di masa depan. (Rey)