BWS turun langsung ke lokasi tanggul untuk proses perbaikan. (Dok: BWS)
MOROTAI, GO RMC.ID-Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara bergerak cepat menangani kerusakan tanggul di Bendung Sangowo, Kabupaten Pulau Morotai, yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam tujuh hari terakhir.
Banjir tersebut menyebabkan limpasan air ke area perkebunan warga dan mengakibatkan kerusakan pada 17 pohon kelapa milik warga.
Menindaklanjuti kejadian itu, tim BWS Maluku Utara bersama PT PP selaku penyedia jasa langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi kerusakan.
PPK Irigasi dan Rawa I BWS Maluku Utara, Muclis Masud, mengatakan hasil inventarisasi dan identifikasi di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi pada tanggul tanah sisi kiri bendung sepanjang kurang lebih 20 meter.
“Tim BWS Malut bersama penyedia jasa telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil identifikasi, terdapat kerusakan pada tanggul tanah sisi kiri bendung sepanjang sekitar 20 meter akibat tingginya debit air yang dipicu curah hujan dalam beberapa hari terakhir,” ujar Muclis kepada GO RMC.ID, Rabu (17/6/2026)
Menurutnya, langkah perbaikan segera dilakukan dengan penanganan pada area timbunan tanah yang mengalami kerusakan serta pemasangan geobag untuk memperkuat tanggul dan mengantisipasi potensi banjir susulan.
Muclis menjelaskan, pekerjaan Bendung Sangowo saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan oleh PT PP. Karena itu, penyedia jasa telah menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan seluruh pekerjaan perbaikan yang diperlukan.
“Hari ini pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan lokasi dan pengukuran. Excavator juga sudah berada di lokasi dan mulai melakukan pembersihan serta pekerjaan penanganan tanggul,” katanya.
BWS Maluku Utara memastikan proses perbaikan akan terus dipantau hingga seluruh kerusakan dapat ditangani secara optimal, sehingga fungsi Bendung Sangowo kembali normal dan risiko dampak banjir terhadap masyarakat dapat diminimalkan, tutupnya. (Rey)