Almarhum H. Burhan Abdurrahman
Penulis: Rahman Mustafa
Di Kota Ternate, nama Burhan Abdurrahman atau yang akrab disapa Haji Bur bukan sekadar tercatat dalam sejarah sebagai mantan wali kota. Ia adalah sosok pemimpin yang menorehkan karya, menanam keteladanan, dan meninggalkan jejak mendalam di hati masyarakat.
Haji Bur memimpin Kota Ternate selama dua periode, yakni 2010-2015 dan 2016-2021. Di bawah kepemimpinannya, Ternate mengalami perubahan yang signifikan. Infrastruktur kota dibangun, taman-taman diperindah, ruang publik ditata, dan pelayanan masyarakat terus ditingkatkan. Wajah Ternate berubah menjadi kota yang lebih tertata, nyaman, dan membanggakan.
Namun, kebesaran Haji Bur tidak hanya terletak pada pembangunan fisik. Ia dikenang sebagai pemimpin yang sederhana, merakyat, dan penuh ketulusan. Ia tidak membangun jarak dengan masyarakat. Dengan senyum yang hangat dan sikap rendah hati, Haji Bur hadir di tengah rakyat, mendengar langsung keluhan mereka, lalu berupaya menghadirkan solusi nyata.
Bagi warga Ternate, Haji Bur adalah pemimpin yang bekerja dengan hati. Ia memahami bahwa pembangunan sejati bukan sekadar mendirikan gedung dan jalan, tetapi juga membangun harapan serta menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat kecil.
Calomoi dan Barifola: Dari Seribu Rupiah Menjadi Rumah Harapan
Salah satu gagasan paling monumental yang diwariskan Haji Bur adalah filosofi Calomoi, yang berarti seribu rupiah. Nilainya mungkin kecil, tetapi dalam pandangannya, uang seribu yang dikumpulkan bersama dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama.
Dari filosofi sederhana namun sarat makna itulah lahir gerakan Barifola, sebuah program gotong royong kemanusiaan untuk membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
Melalui Barifola, masyarakat diajak menyisihkan seribu rupiah sebagai simbol kepedulian. Dari uang yang tampak sederhana itu, berdirilah rumah-rumah baru, tumbuh harapan, dan terukir senyum kebahagiaan di wajah mereka yang membutuhkan.
Haji Bur membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia berawal dari seribu rupiah, dari niat tulus, dan dari semangat kebersamaan.
Pemimpin Visioner yang Dikenang Sepanjang Masa
Haji Bur juga dikenal sebagai pemimpin visioner. Banyak program pembangunan yang dirintisnya masih dirasakan manfaatnya hingga hari ini. Namun lebih dari semua itu, warisan terbesarnya adalah nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan pengabdian tanpa pamrih.
Masyarakat Ternate meyakini bahwa kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan dikenang selamanya. Dalam ajaran Islam, orang-orang saleh yang mengabdikan hidupnya untuk kemaslahatan umat akan meninggalkan nama harum dan teladan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Haji Bur adalah salah satu di antaranya.
Ia telah pergi, tetapi karya dan gagasannya tetap hidup. Ia telah tiada, tetapi keteladanannya terus menginspirasi. Namanya akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang membangun kota, memuliakan kemanusiaan, dan mencintai rakyatnya dengan sepenuh hati.
Haji Bur bukan hanya mantan wali kota. Ia adalah simbol dedikasi, keteguhan, dan cinta yang tulus kepada Ternate. Dari Calomoi lahir rumah. Dari Barifola tumbuh harapan. Dari Haji Bur, masyarakat belajar bahwa pemimpin terbaik adalah mereka yang bekerja dengan hati dan mengabdi tanpa pamrih.
Pemimpin yang Memanusiakan Manusia
Haji Bur adalah pemimpin yang memanusiakan manusia. Ia mengajarkan bahwa kekuasaan bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk melayani. Jabatan bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Semoga segala amal ibadah, pengabdian, dan kebaikan yang telah beliau tanamkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baktinya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.
Almarhum Haji Burhan Abdurrahman husnul khatimah. Namanya akan selalu hidup dalam doa, karya, dan kenangan masyarakat Ternate. (***)