Margarita Luwudara, warga Desa Kawasi lingkar utama Harita Nickel di Pulau Obi, memimpin tim perusahaan dalam menjaga harmoni dengan masyarakat lokal. (Dok/Harita)
HALSEL, GO RMC.ID- Industri pertambangan yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki mulai menunjukkan perubahan.
Di kawasan operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, perempuan lokal kini tampil di posisi strategis, mengawal aspek sosial, keselamatan kerja, hingga perlindungan lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendorong inklusivitas di sektor industri ekstraktif.
Sejumlah perempuan asli daerah dipercaya mengisi peran kunci. Di sektor sosial, Margarita Luwudara menjabat Community Relations Superintendent PT Trimegah Bangun Persada (TBP) Tbk. Sejak 2018, warga Kawasi ini menjadi penghubung antara perusahaan dan masyarakat lingkar tambang.
“Sebagai anak Obi, saya bersyukur atas dukungan perusahaan. Ini berdampak bagi masa depan kami,” jelas Margarita kepada GO RMC.ID, Selasa (21/4/2026)
Di sisi teknis, Yufita Tuhuteru memegang peran krusial sebagai Process Safety Engineer di PT Halmahera Persada Lygend (HPL).
Lulusan magister kimia Universitas Gadjah Mada ini bertanggung jawab memastikan keamanan proses di fasilitas pengolahan bahan baku baterai kendaraan listrik.
Penguatan peran perempuan juga terlihat dalam pengelolaan lingkungan. Senior Mine Hydrology Engineer, Esmar Sulea Datu Lalong, bersama Environment Supervisor Mira Marlinda, mengawasi pengendalian air limpasan di area tambang, termasuk pengelolaan sediment pond untuk menjaga kualitas air sebelum dilepas ke lingkungan.
Di fasilitas pengolahan tailing, Rahma Maulida bertugas memantau kualitas air di Dry Stack Tailing Facility (DSTF) PT HPL guna mencegah potensi pencemaran dan risiko longsor.
Sementara itu, Putri Wulandari, Environment Marine Foreman, memimpin program konservasi pesisir melalui penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang di kawasan industri Obi.
Aspek keselamatan kerja diperkuat oleh Claudia Kowaas, Occupational Health and Safety Compliance System Staff di PT Halmahera Jaya Ferronikel (HJF). Ia memastikan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berjalan konsisten di lapangan.
“Kepatuhan adalah fondasi utama agar setiap pekerja bisa pulang dengan selamat,” kata Claudia.
Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, menilai keterlibatan perempuan di sektor tambang terus meningkat, termasuk pada level pengambilan keputusan.
Kehadiran perempuan di berbagai lini operasional Harita Nickel menunjukkan perubahan lanskap industri tambang yang semakin inklusif.
Mereka tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta menjaga keseimbangan antara operasional industri dan keberlanjutan lingkungan. (Rey)