Sambutan Gubernur Sherly Tjoanda saat meresmikan revitalisasi 143 sekolah. (Foto: RY)
TERNATE, GO RMC.ID-Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meresmikan sejumlah proyek pembangunan sarana pendidikan hasil revitalisasi yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2025.
Peresmian yang dipusatkan di Aula SMAN 5 Ternate, Kamis (5/2/2026), itu juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Sherly menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara atas percepatan perbaikan data pendidikan dan pengawalan pembangunan sekolah di berbagai daerah.
Ia mengungkapkan, sebanyak 68 sekolah telah direvitalisasi menggunakan anggaran APBD senilai Rp 53 miliar. Sementara melalui dukungan APBN Tahun 2025, sebanyak 75 sekolah turut direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 92 miliar.
Beberapa fasilitas yang diresmikan di antaranya Auditorium SMAN 5 Ternate senilai Rp 3,7 miliar, gedung kelas SMAN 2 Ternate Rp 3 miliar, gedung kelas SMKN 1 Pulau Taliabu Rp 2,2 miliar, Auditorium SMAN 2 Halmahera Timur Rp 2,1 miliar, gedung kelas SMAN 1 Halmahera Tengah Rp 1,8 miliar, serta gedung kelas SMAN 8 Ternate sebesar Rp 1,7 miliar.
Menurut Sherly, pembangunan pendidikan di Maluku Utara kini memasuki fase baru yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah akan memastikan seluruh program pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Fokus utama tahun 2026 adalah transisi dari pembangunan fisik menuju peningkatan kualitas SDM. Inspektorat akan mengaudit penggunaan dana BOSP dan BOSDA senilai Rp 180 miliar untuk memastikan Standar Pelayanan Minimal pendidikan Maluku Utara meningkat,” ujar Sherly.
Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga memperkuat program BOSDA sebagai bentuk subsidi pendidikan bagi sekolah-sekolah. Salah satunya, SMAN 5 Ternate yang akan menerima bantuan BOSDA sebesar Rp 500 juta per tahun.
Di bidang digitalisasi pendidikan, pemerintah daerah menargetkan pengadaan 600 unit komputer setiap tahun hingga 2029 untuk memenuhi kebutuhan SMA, SMK dan SLB di seluruh Maluku Utara.
Tak hanya itu, Sherly juga menegaskan komitmennya meningkatkan kesejahteraan guru melalui penataan ulang jam mengajar bagi sekitar 50 persen guru yang belum bersertifikasi agar dapat memenuhi syarat memperoleh tunjangan profesi.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga akan meluncurkan program SMA Terbuka di 16 pulau pada tahun ajaran baru. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah terpencil agar tetap dapat memperoleh ijazah setingkat SMA.
Pada jenjang pendidikan tinggi, Pemprov Maluku Utara menyiapkan program beasiswa bagi 1.000 mahasiswa yang melanjutkan studi di perguruan tinggi lokal. Selain itu, kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terbaik nasional seperti UGM, UI, ITB dan Unpad sedang diproses untuk mengirim siswa berprestasi ke jurusan yang dibutuhkan daerah.
Dalam dialog interaktif bersama para siswa, Sherly mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
“Kalian adalah calon pemimpin. Bangunlah masa depan dengan hati, inovasi, dan kolaborasi,” pesannya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, pimpinan OPD, kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara untuk korban bencana alam yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara. (Red)