Aliong Mus (Mantan Bupati Taliabu)
TERNATE, GO RMC.ID-Perjalanan politik Aliong Mus yang pernah berada di puncak kekuasaan Kabupaten Pulau Taliabu kini berbelok tajam ke ruang penyidikan.
Mantan bupati dua periode itu resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Istana Daerah (Isda) senilai Rp 17,5 miliar.
Penetapan status tersangka diumumkan langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Sufari, setelah penyidik mengklaim mengantongi alat bukti yang cukup dalam pengembangan perkara proyek yang bersumber dari APBD Tahun 2023 tersebut.
“Iya, Aliong sudah ditetapkan tersangka. Jadi setelah ditetapkan tersangka, kita akan panggil di Kejati sebagai tersangka,” kata Sufari saat dikonfirmasi GO RMC.ID, Senin (25/5/2026).
Kasus ini bermula dari proyek pembangunan Istana Daerah Pulau Taliabu yang digadang-gadang menjadi simbol pusat pemerintahan daerah. Nilai proyeknya mencapai Rp 17,5 miliar.
Namun di balik proyek megah itu, penyidik menemukan dugaan penyimpangan anggaran yang menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp 8 miliar.
Tim Pidana Khusus Kejati Maluku Utara mendalami sejumlah indikasi pelanggaran, mulai dari pekerjaan yang diduga tidak sesuai ketentuan, penyalahgunaan anggaran, hingga dugaan pengondisian proyek.
Sebelum menetapkan Aliong Mus sebagai tersangka, penyidik lebih dulu menjerat tiga nama lain, yakni YS alias Yopi selaku Komisaris PT Damai Sejahtera Membangun, Suprayidno, serta MPR alias Melanton yang disebut sebagai pelaksana kegiatan proyek.
Masuknya nama Aliong dalam daftar tersangka menjadi perhatian besar publik Maluku Utara. Selama dua periode memimpin Taliabu, Aliong dikenal sebagai figur kuat dengan pengaruh politik yang besar dalam pemerintahan daerah.
Karena itu, penetapan tersangka terhadap dirinya dianggap sebagai titik balik penting dalam penanganan perkara korupsi di Maluku Utara.
Penyidikan yang semula menyasar level teknis proyek kini mulai menyentuh lingkar inti pengambil kebijakan.
Kejati Maluku Utara memastikan pengusutan perkara belum berhenti. Penyidik dijadwalkan segera memanggil Aliong untuk diperiksa sebagai tersangka, sementara peluang munculnya nama-nama baru dalam kasus ini masih terbuka.
Dari kursi kekuasaan hingga ruang pemeriksaan penyidik, kasus proyek Istana Daerah Pulau Taliabu kini menjadi penanda bagaimana proyek pemerintah bernilai miliaran rupiah dapat berubah menjadi pintu masuk runtuhnya pengaruh politik seorang mantan penguasa daerah. (Rey)