Guru Besar Epidemiologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ridwan Amiruddin. (Foto/Istimewa)
TERNATE, GO RMC.ID Sebanyak 350 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Ternate mendapat pembekalan mengenai strategi pengendalian diabetes mellitus di wilayah kepulauan melalui kuliah umum yang menghadirkan Guru Besar Epidemiologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Multifungsi Poltekkes Kemenkes Ternate, Sabtu (8/8/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman calon tenaga kesehatan terhadap diabetes mellitus sebagai salah satu penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Kuliah umum dibuka Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate, Ridwan Yamko, S.KM., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami persoalan kesehatan berdasarkan karakteristik wilayah Maluku Utara yang merupakan daerah kepulauan.
“Mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan mampu memahami permasalahan diabetes mellitus secara komprehensif, tidak hanya dari aspek klinis, tetapi juga dari perspektif kesehatan masyarakat, terutama dengan mempertimbangkan karakteristik Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan,” ujar Ridwan Yamko.
Dalam pemaparannya, Prof. Ridwan Amiruddin membahas diabetes mellitus dari perspektif epidemiologi dan kesehatan masyarakat.
Ia menekankan bahwa pengendalian diabetes tidak cukup dilakukan ketika seseorang telah mengalami penyakit atau komplikasi, tetapi harus dimulai melalui pencegahan, deteksi dini dan perubahan perilaku.
Wilayah kepulauan, kata Prof. Ridwan, memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian penyakit tidak menular. Faktor geografis, keterbatasan akses terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan, kesinambungan pemeriksaan serta edukasi kesehatan menjadi sejumlah persoalan yang perlu diperhitungkan.
“Pengendalian diabetes di daerah kepulauan menghadapi tantangan yang lebih kompleks, mulai dari kondisi geografis, akses terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan, kesinambungan pemeriksaan, hingga edukasi kesehatan masyarakat,” kata Prof. Ridwan.
Karena itu, mahasiswa didorong memahami faktor risiko diabetes, pentingnya deteksi dini, pencegahan komplikasi, penerapan pola hidup sehat serta penguatan promosi kesehatan di tengah masyarakat.
Menurut Prof. Ridwan, pengendalian diabetes juga tidak dapat hanya dibebankan kepada fasilitas pelayanan kesehatan. Keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, institusi pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya harus terlibat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
“Pengendalian diabetes mellitus tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan. Keterlibatan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, institusi pendidikan dan pemangku kepentingan diperlukan untuk membangun lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat,” ujarnya.
Kuliah umum berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi bersama mahasiswa. Antusiasme sekitar 350 peserta menunjukkan tingginya perhatian calon tenaga kesehatan terhadap persoalan diabetes mellitus dan penyakit tidak menular di Maluku Utara.
Prof. Ridwan juga menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit. Menurutnya, calon tenaga kesehatan memiliki posisi strategis untuk membawa pengetahuan kesehatan ke tengah masyarakat, terutama melalui edukasi, promosi kesehatan dan dorongan terhadap pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki posisi strategis untuk membantu masyarakat memahami faktor risiko diabetes, mendorong deteksi dini, serta mendukung penerapan perilaku hidup sehat yang sesuai dengan kondisi sosial dan geografis wilayah kepulauan,” pungkas Prof. Ridwan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan akademik, tetapi mampu membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pengendalian penyakit tidak menular.
Melalui kuliah umum ini, Poltekkes Kemenkes Ternate turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan agar lebih siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat sekaligus mampu memberikan pendekatan pelayanan yang adaptif terhadap kondisi geografis dan sosial masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Utara. (Rey)