Kepala Kantor Perwakilan Ternate Harita Nickel, Dedi Hermansyah, menyerahkan bantuan pasca gempa yang diterima langsung Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsoly, SE, MM di Posko Utama Eks Kantor Wali Kota Ternate. (Dok:Humas)
TERNATE, GO RMC.ID-Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada Kamis lalu menimbulkan kerusakan permukiman dan memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah titik darurat.
Kecamatan Batang Dua menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan, baik dari sisi kerusakan hunian maupun fasilitas umum.
Hingga beberapa hari pasca gempa, warga di wilayah terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian dengan keterbatasan fasilitas. Kebutuhan akan hunian sementara, logistik dasar, serta layanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat.
Merespons kondisi tersebut, Harita Nickel menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Harita Nickel Peduli sebagai bagian dari respons awal terhadap bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Minggu (5/4) di Posko Induk Bencana yang berlokasi di Kantor Lama Wali Kota Ternate. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Ternate Harita Nickel, Dedi Hermansyah, didampingi Government Relations & Compliance Superintendent Setyo Budi Lestari, dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi terpal, matras, beras, mi instan, selimut, serta obat-obatan. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, sekaligus memenuhi kebutuhan logistik harian dan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Distribusi bantuan dilakukan melalui Posko Induk Gempa dengan koordinasi pemerintah daerah, guna memastikan penyaluran berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dalam penanganan bencana.
Kepala Kantor Perwakilan Ternate Harita Nickel, Dedi Hermansyah, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Maluku Utara yang terdampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Batang Dua yang mengalami dampak cukup besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran perusahaan di daerah juga membawa tanggung jawab sosial untuk turut berkontribusi dalam situasi darurat kemanusiaan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pihak swasta dalam penanganan bencana.
Menurutnya, bantuan logistik seperti yang disalurkan saat ini sangat dibutuhkan oleh warga terdampak, terutama yang masih berada di pengungsian.
“Bantuan ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Pemerintah akan segera mendistribusikannya ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” kata Rizal.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dalam menghadapi situasi darurat, mengingat keterbatasan sumber daya dalam penanganan bencana berskala besar.
Di sisi lain, Camat Batang Dua, Robyanto Koloca, mengungkapkan bahwa kondisi di wilayahnya masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada rumah warga, tetapi juga menyasar fasilitas umum dan rumah ibadah.
Menurutnya, proses pemulihan masih akan berlangsung dan membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun pihak swasta.
“Kondisi di Batang Dua masih membutuhkan bantuan dan perhatian. Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Sejumlah warga hingga kini masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka belum dapat ditempati kembali. Selain kerusakan fisik, trauma akibat gempa juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.
Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dampak serta memastikan distribusi bantuan berjalan merata. Upaya pemulihan awal difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, sebelum masuk pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dengan kondisi yang masih berkembang, keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Batang Dua yang hingga kini masih membutuhkan perhatian intensif. (Rey)