Foto: Penyerahan Tenda oleh Wali Kota M. Tauhid Soleman didampingi Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly serta Kepala BP2RD Kota Ternate. H. Mochtar Hasim.
TERNATE, GO RMC.ID-Lapangan Ngaralamo tak lagi sekadar ruang terbuka di pusat Kota Ternate. Kawasan itu tumbuh menjadi ruang ekonomi kreatif, tempat puluhan pelaku usaha menjajakan kopi dan kuliner.
Pemerintah Kota Ternate mulai menata kawasan tersebut dengan memperkuat fasilitas bagi pelaku usaha. Sebanyak 20 unit tenda lipat diserahkan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman kepada pengelola kawasan UMKM di Lapangan Ngaralamo.
Penyerahan dilakukan Tauhid didampingi Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, serta Kepala BP2RD Kota Ternate.
Bagi pemerintah kota, bantuan itu bukan semata soal tenda. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membuat aktivitas ekonomi di Ngaralamo lebih tertata sekaligus memberi ruang yang lebih layak bagi pelaku UMKM.
Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan dukungan fasilitas merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
“Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah kota untuk mendukung para pelaku UMKM yang ada di Kota Ternate,” kata Rizal.
Menurut Rizal, kawasan Ngaralamo kini menjadi salah satu titik berkembangnya ekonomi kreatif. Anak-anak muda memanfaatkan kawasan itu untuk membuka usaha kopi dan kuliner.
Jumlahnya tidak sedikit. Lebih dari 70 pelaku UMKM disebut beraktivitas di kawasan tersebut.
Pertumbuhan itu kemudian membawa pekerjaan rumah lain: bagaimana aktivitas ekonomi tersebut tetap berjalan tanpa membuat ruang publik menjadi semrawut.
Pemerintah bersama pengelola kawasan membahas sejumlah persoalan, mulai dari penempatan lapak, parkir, kebersihan hingga kewajiban pajak dan retribusi.
Tenda diserahkan kepada pengelola agar pembagian dan penempatannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Nanti dari pengelola yang distribusi kepada para pelaku UMKM kopi yang ada di sini. Dari sisi pemanfaatan dan peletakan, pengelola lebih tahu,” ujar Rizal.
Pemerintah berharap fasilitas baru itu membuat kawasan Ngaralamo lebih seragam dan tertata. Pada saat yang sama, kawasan tersebut diarahkan tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang interaksi ekonomi kreatif.
Mulai malam Minggu berikutnya, pengelola akan menghadirkan pertunjukan musik akustik melalui kerja sama dengan PT Sampoerna.
Selain Ngaralamo, Pemkot Ternate menyiapkan 20 unit tenda lainnya untuk mendukung aktivitas UMKM dalam kegiatan Car Free Day di kawasan Taman Nukila.
Di balik penataan kawasan, pemerintah juga menekankan hubungan antara fasilitas dan kewajiban pelaku usaha. UMKM tetap memiliki kewajiban terhadap pajak dan retribusi daerah, sementara pemerintah dituntut menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan usaha.
“Pajak ditagih, retribusi ditagih, tapi instrumennya juga harus ada, fasilitasnya juga harus didukung,” kata Rizal. (Tim)