Thamrin Marsoly bersama Petani dan Penyuluh di Kota Ternate. (Dok/ist)
TERNATE,GO RMC.ID- Bagi para penyuluh dan petani Kota Ternate, nama Thamrin Marsaoly bukan sekadar pejabat yang pernah memimpin Dinas Pertanian.
Selama tujuh tahun masa pengabdian, ia telah meninggalkan jejak yang sulit dihapus jejak kedekatan, keteladanan, dan kepemimpinan yang membumi.
Hal itu tergambar jelas dalam acara perpisahan yang berlangsung di Agrowisata Kelurahan Loto, Minggu (23/11/2025).
Suasana haru mengalir ketika para penyuluh dan petani melepas Thamrin dengan pelukan, ucapan terima kasih, dan air mata yang tak tertahan.
Bagi mereka, Thamrin bukan hanya atasan, melainkan keluarga. Sejak memimpin Dinas Pertanian pada 2019, ia dikenal sebagai pemimpin yang rajin turun ke lapangan. Ia mendengar keluh kesah petani, merumuskan solusi bersama, dan memandang penyuluh sebagai mitra sejajar, bukan bawahan teknis.
Ismed, seorang penyuluh pertanian, menggambarkan Thamrin sebagai cahaya bagi pekerja lapangan.
“Perhatian bapak bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tapi juga tindakan kecil yang tulus. Itu tidak akan pernah kami lupakan,” ujarnya.
Menurutnya, Thamrin mengajarkan bahwa menjadi penyuluh bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk mengabdi dengan hati, kerja keras, dan keikhlasan meski dalam keterbatasan.
Para petani pun mengakui hal serupa. Mereka merasa kehilangan sosok pemimpin yang mau duduk bersama, mendengar tanpa menghakimi, dan memberi ketenangan ketika masalah pertanian datang bertubi-tubi.
Dalam sambutannya, Thamrin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para penyuluh dan petani.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang telah terjalin tidak akan berhenti hanya karena perpindahan jabatan.
“Saya akan tetap menjaga hubungan baik, termasuk dengan penyuluh, meskipun tahun depan penyuluh sudah berada di bawah pemerintah pusat,” ucapnya.
Kini, Thamrin mengemban amanah baru sebagai Kepala Bappelitbangda Kota Ternate. Sementara posisinya di Dinas Pertanian digantikan oleh Faisal Harun Dano Husein, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Meski demikian, bagi para penyuluh dan petani, Thamrin tetap menjadi sosok yang menginspirasi pemimpin yang hadir tanpa jarak, bekerja tanpa pamrih, dan meninggalkan warisan keteladanan yang membekas. (Rey)