Rapat Pembentukan Panitia seleksi Paskibraka dipimpin langsung Sekda Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsoly. (Dok/humas)
TERNATE, GO RMC.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui Panitia Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan tahapan seleksi Paskibraka tahun 2026.
Rencananya, tahapan seleksi akan dibuka setelah Idul Fitri tahun ini, tepatnya pada 6 April 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pembentukan Paskibraka Kota Ternate 2026, usai rapat mengatakan bahwa panitia seleksi melibatkan unsur Pemerintah, TNI/Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Ternate.
“Pembukaan seleksi kita jadwalkan pada tanggal 6 April 2026,” kata Sekda kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, seluruh tahapan seleksi mengacu pada regulasi yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sehingga mekanismenya kurang lebih masih sama seperti tahun 2025.
Sesuai arahan BPIP, tahapan seleksi akan dimulai dari pendaftaran, seleksi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) berbasis sistem Computer Assisted Test (CAT), seleksi kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), seleksi kesamaptaan, hingga wawancara.
Sekda berharap putra-putri terbaik Kota Ternate mulai mempersiapkan diri sejak dini untuk mengikuti seleksi tersebut.
“Kami berharap para siswa dan siswi yang ingin mengikuti seleksi Paskibraka 2026 sudah mulai mempersiapkan diri,” ujarnya.
Ia memastikan, proses seleksi akan dilaksanakan secara transparan, profesional, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan persiapan yang lebih awal, Pemkot Ternate menargetkan adanya keterwakilan peserta asal Kota Ternate yang dapat lolos hingga tingkat nasional pada tahun ini.
Selain itu, Sekda juga menyampaikan bahwa kuota Paskibraka Kota Ternate tahun 2026 mengalami pengurangan.
Jika pada tahun sebelumnya jumlah peserta mencapai lebih dari 60 orang, maka tahun ini hanya berkisar 40 orang, menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Kuota tahun ini berkurang, dari sebelumnya 60 lebih menjadi sekitar 40 lebih peserta,” tegasnya. (Rey)