Anggota DPRD Kota Ternate, Hj. Naila Ibrahim, S.Ag, M.Si
TERNATE, GO RMC.ID-Musyawarah Wilayah (Muswil) X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Hotel Sahid Bella Ternate menjadi momentum penting bagi partai untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus memperkuat konsolidasi internal.
Agenda tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi forum strategis untuk membenahi struktur organisasi serta mengokohkan koordinasi antar-pengurus.
Muswil yang digelar pada awal 2026 ini dipandang sebagai langkah awal reformasi kelembagaan PPP secara terarah untuk menjawab berbagai persoalan internal yang selama ini menghambat efektivitas kerja partai.
Anggota DPRD Kota Ternate dari PPP, Hj. Naila Ibrahim, menegaskan bahwa Muswil harus menjadi ruang pembaruan yang membawa PPP kembali pada fungsi substantifnya sebagai kanal aspirasi rakyat.
“Muswil PPP X diharapkan tidak berhenti pada aspek formal organisasi saja. PPP harus menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi, bukan hanya kendaraan politik,” katanya kepada GO RMC.ID, Kamis (8/1/2026).
Ia menilai, penguatan demokrasi internal, transparansi pengelolaan organisasi, serta inklusivitas partisipasi kader menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing PPP di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.
Menurut Naila, partai perlu beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap relevan dan dapat menjawab kebutuhan publik secara nyata.
Naila juga menekankan pentingnya melahirkan pemimpin baru yang memiliki visi perubahan serta mampu memotivasi seluruh kader untuk berkomitmen terhadap pembangunan organisasi.
“PPP membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi agen perubahan, memperkuat soliditas, dan menjaga keberlangsungan organisasi sebagai penjaga demokrasi,” ujarnya.
Muswil PPP X diharapkan bisa melahirkan pemimpin yang mampu menginspirasi dan memotivasi anggota pengurus untuk membangun komitmen jangka panjang dgn tujuan kemajuan partai.
Dengan demikian PPP sangat membutuhkan pemimpin yang bisa menjadi agen perubahan dan menciptakan soliditas serta memperkuat demokrasi internal partai.
(Tim)