JAKARTA, GO RMC.ID-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) akan menggelar Kongres XI pada 5-7 Juni 2026 di Bali sebagai forum tertinggi organisasi yang menentukan arah ideologi, kepemimpinan, dan strategi perjuangan nasional.
Ketua Panitia Kongres XI GPM, Abdur Rajab Saputra, menegaskan bahwa momentum kongres ini menjadi titik krusial bagi arah gerakan pemuda ke depan.
“Kongres XI ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah forum penentuan arah perjuangan. GPM harus tampil sebagai kekuatan pemuda yang tegas, ideologis, dan berpihak kepada rakyat. Tidak boleh ada kompromi terhadap nilai-nilai perjuangan,” tegas Rajak Saputra, Kamis (9/4/2026).
Kongres ini digelar di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, mulai dari ketimpangan ekonomi, melemahnya kedaulatan politik, hingga tergerusnya identitas nasional. Dalam situasi tersebut, GPM mengusung tema “Trisakti Menjawab Tantangan Zaman” sebagai penegasan sikap ideologis organisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa Trisakti tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi arah perjuangan. Kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan harus diwujudkan secara nyata,” lanjut Abdur Rajab.
Kongres XI GPM akan diikuti oleh seluruh struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah di seluruh Indonesia. Agenda utama meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022–2026, pemilihan Ketua Umum dan formatur periode 2026–2030, serta perumusan kebijakan strategis organisasi.
“Kami memastikan proses kongres berjalan demokratis, terbuka, dan menghasilkan kepemimpinan yang kuat serta berintegritas. Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi penegasan arah perjuangan organisasi,” ujarnya.
Panitia menargetkan kongres ini mampu menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat konsolidasi nasional serta mempertegas posisi GPM sebagai garda terdepan perjuangan rakyat. (Rey)