TERNATE,GO RMC.ID-Suhu politik di internal Partai Golkar Kota Ternate memanas. Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Fuad Alhadi, menuai kecaman setelah secara terbuka menyatakan dukungan kepada Anjas Taher sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara.
Langkah tersebut dinilai sepihak dan melanggar mekanisme organisasi, hingga memicu gelombang penolakan dari mayoritas pengurus dan pimpinan kecamatan (PK).
Salah satu pengurus DPD II Golkar Kota Ternate menegaskan, dukungan yang disampaikan Fuad tidak mewakili sikap resmi partai.
“Di Golkar itu ada mekanisme. Setiap keputusan yang diambil atas nama partai harus melalui rapat pleno,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, keputusan politik seperti dukungan terhadap calon ketua DPD I seharusnya dibahas melalui tiga tahapan pleno, yakni pengurus harian, pengurus lengkap, dan pleno diperluas yang melibatkan pimpinan kecamatan.
Namun, dalam kasus ini, Fuad disebut mengambil langkah politik tanpa pembahasan bersama.
“Saudara Fuad seharusnya menempuh mekanisme itu. Tapi yang terjadi, keputusan dukungan kepada Pak Anjas Taher diambil sendiri tanpa pleno,” ujarnya.
Pengurus DPD II Golkar Kota Ternate bahkan telah menggelar pertemuan internal untuk menyikapi pernyataan tersebut. Hasilnya, mayoritas pengurus menolak langkah Fuad dan menyatakan dukungan kepada Alien Mus untuk kembali memimpin DPD I Partai Golkar Maluku Utara.
“Kita sudah sepakat bahwa keputusan itu tidak bisa diambil sendiri. Bahkan mayoritas pengurus menyatakan dukungan kepada Ibu Alien Mus,” ungkapnya.
Pertemuan informal juga dilakukan dengan sejumlah pimpinan kecamatan guna menjaring aspirasi di tingkat bawah.
Hasilnya serupa, para PK menolak keputusan sepihak Fuad Alhadi dan tetap mendukung Alien Mus.
“Kami sudah hubungi sebagian besar PK, dan mereka menolak langkah Fuad,” lanjutnya.
Dari 17 wakil ketua DPD II Golkar Kota Ternate, tiga telah meninggal dunia. Dari 14 yang masih aktif, 11 orang secara tegas mendukung Alien Mus. Mereka di antaranya Abdurrahman Bailusy, Makmur Gamgulu, Muhammad Sabri, Irfan U Marsaoli, Jekson De Driving, Benyamin Idris, vulkanita Barakati, Nurdin Kadir, Huraira Andili, Taufik Aljokja, dan Rahmat Hayat.
“Ini bukan soal pribadi, tapi soal mekanisme. Golkar menjunjung tinggi aturan organisasi. Tidak boleh ada keputusan yang diambil sendiri tanpa pleno,” tegas Makmur Gamgulu, salah satu pengurus harian.
Ia meminta agar Fuad Alhadi segera meralat pernyataannya demi menjaga soliditas dan marwah Partai Golkar di Kota Ternate.
“Golkar sangat menghargai mekanisme. Karena itu, apa pun alasannya, keputusan sepihak tidak bisa dibenarkan. Semua langkah harus dibicarakan bersama,” pungkasnya. (Rey)