Sekda Rizal Marsaoly meninjau langsung korban gempa di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara. (Dok:Diskominfo)
TERNATE, GO RMC.ID-Di tengah duka dan ketakutan yang masih menyelimuti warga pascagempa dahsyat yang mengguncang Kota Ternate, secercah harapan datang dari laut.
Pemerintah Kota Ternate, di bawah komando Sekretaris Daerah Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, menembus jarak dan gelombang menuju Pulau Batang Dua, membawa bantuan sekaligus kepedulian bagi warga yang terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis pagi, 2 April 2026, tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat.
Di Pulau Batang Dua, tangis anak-anak dan kecemasan para orang tua menjadi potret nyata dari bencana tersebut.
Namun sore itu, harapan perlahan hadir. Kapal yang ditumpangi rombongan Pemkot Ternate tiba dengan membawa bukan sekadar logistik, tetapi juga perhatian dan empati dari pemerintah kepada warganya.
Di dalam kapal, tersusun rapi bantuan yang sangat dibutuhkan, satu ton beras, ratusan paket makanan siap saji, telur, mie instan, hingga perlengkapan tidur dan terpal untuk tempat berlindung.
Lebih dari itu, ada paket khusus untuk bayi, lansia, dan perempuan sebuah bentuk kepedulian terhadap mereka yang paling rentan di tengah bencana.
Tenaga medis dan ambulans laut turut dibawa, bersiap memberikan pertolongan bagi warga yang membutuhkan perawatan. Kehadiran mereka menjadi penawar bagi rasa cemas yang belum sepenuhnya hilang.

Saat tiba di lokasi pengungsian, Sekda Rizal Marsaoly tak sekadar meninjau. Ia menyapa warga, mendengar keluh kesah mereka, dan memastikan bahwa bantuan harus sampai ke tangan yang membutuhkan.
“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi memastikan bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi situasi ini,” ucap Rizal Marsoly dengan penuh empati.
Di bawah langit malam Batang Dua, di antara tenda-tenda darurat dan wajah-wajah lelah, kehadiran pemerintah menjadi penguat bahwa mereka tidak ditinggalkan.
Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat dalam situasi sesulit apa pun, memastikan setiap warga mendapat perlindungan dan perhatian yang layak.
Di tengah puing dan ketidakpastian, satu hal yang tetap berdiri teguh kepedulian dan kebersamaan. (Rey)