SOFIFI, GO RMC.ID-Rakyat Maluku Utara (Malut) menghadapi krisis keuangan, sementara Gubernur Sherly Tjoanda tercatat menghabiskan Rp 39 juta per hari untuk urusan rumah tangga, termasuk makan dan minum.
Dalam setahun ada 365 hari, maka rata-rata biaya rumah tangga (termasuk makan minum) Sherly sebesar Rp 39 juta per hari. Artinya, urusan perut seorang kepala daerah saja bisa menguras APBD hingga Rp 1,17 miliar dalam satu bulan.
Dokumen Rancangan APBD (R-APBD) 2026 menunjukkan alokasi untuk gubernur mencapai Rp 14 miliar per tahun. Wakil Gubernur Sarbin Sehe mendapat Rp 8,5 miliar, dan Sekretaris Daerah Samsuddin Abdul Kadir Rp 824 juta. Total belanja rumah tangga ketiga pejabat ini Rp 23,4 miliar per tahun.
Selain itu, anggaran komunikasi Gubernur dititipkan di tiga unit organisasi dengan nilai lebih Rp 11 miliar.
Padahal, Pemprov Malut mengalami defisit Rp 23,2 miliar, penurunan anggaran Rp 806 miliar, dan utang lebih dari Rp 800 miliar.
Ketua Harian DPD Persatuan Alumni GMNI Maluku Utara, Mudasir Ishak menilai, alokasi fantastis untuk kebutuhan pribadi pejabat ini sangat kontroversial, sementara kebutuhan rakyat yang berjumlah 1,3 juta jiwa tetap mendesak.
” DPRD Malut saat ini masih membahas R-APBD 2026, yang akan menentukan apakah dana publik diprioritaskan untuk rakyat atau perut pejabat,” tukasnya.
Sementara Sekda Malut, Samsuddin Abdul Kadir ketika dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. (Red)