HALBAR,GO RMC.ID-Pemerintah memperkuat perlindungan kawasan pesisir Halmahera Barat melalui pembangunan breakwater (pemecah ombak) di Desa Toniku, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Proyek yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara ini bertujuan melindungi permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas nelayan dari gelombang tinggi dan abrasi yang mengancam wilayah pesisir.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Provinsi Maluku Utara, Muhammad Yunus, mengatakan Breakwater Toniku memiliki panjang sekitar 300 meter dan ditargetkan selesai pada akhir 2025.
“Infrastruktur ini diharapkan mampu menahan energi gelombang besar, mengurangi abrasi, serta melindungi permukiman dan perahu nelayan.” ungkap Muhammad Yunus kepada wartawan, Kamis (23/10).
Lanjut Yunus, Desa Toniku dipilih sebagai lokasi prioritas karena tingkat kerentanannya yang tinggi terhadap gelombang laut.
” Pembangunan proyek ini berawal dari usulan Pemerintah Desa Toniku pada 2023, yang kemudian ditindaklanjuti Kementerian PUPR melalui BWS Maluku Utara. Setelah survei dan perencanaan, konstruksi resmi dimulai pada September 2025,” jelasnya.
Kepala Desa Toniku, M. Asgar Hi. Muin, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya.
“Alhamdulillah, pembangunan pemecah ombak ini akhirnya terlaksana. Kami berharap infrastruktur ini benar-benar menjadi pelindung bagi desa kami dan perahu nelayan. Semoga menjadi simbol kemajuan Desa Toniku,” ujarnya.
Selain memberikan perlindungan fisik, proyek ini juga berdampak positif secara sosial-ekonomi. Tenaga kerja lokal dilibatkan dalam pembangunan, membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian desa.
Dengan dukungan penuh masyarakat, Breakwater Toniku diharapkan menjadi benteng baru pesisir Halmahera Barat sekaligus bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga kehidupan dan penghidupan masyarakat pesisir Maluku Utara. (Tim)