TERNATE, GO RMC.ID-Rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) periode 2024-2025 menempatkan Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Tengah sebagai dua daerah dengan capaian paling menonjol di Provinsi Maluku Utara.
Ternate unggul dalam kualitas hidup masyarakat, sementara Halmahera Tengah mendominasi dari sisi pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data tersebut, Kota Ternate mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas angka 81, tertinggi di Maluku Utara. Capaian ini juga dibarengi dengan tingkat kemiskinan yang relatif rendah, sekitar 3 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan dasar di Ternate berada pada level paling baik dibandingkan daerah lain di provinsi ini.
Menanggapi capaian tersebut, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsoly, menyatakan bahwa hasil penilaian BPS dan BI menjadi indikator bahwa arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Ternate sudah berada di jalur yang tepat.
“Pembangunan di Ternate tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi lebih pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik menjadi fokus utama,” ujar Rizal Marsoly.
Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Ke depan, Pemkot Ternate berkomitmen menjaga konsistensi kebijakan agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.
Sementara itu, Kabupaten Halmahera Tengah tampil dominan dalam sektor ekonomi.
Daerah ini mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 100 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mencapai kisaran Rp 400 hingga Rp 500 juta.
Angka tersebut menjadikan Halmahera Tengah sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara, terutama didorong oleh sektor industri dan pengolahan sumber daya alam.
Selain Ternate dan Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Utara juga masuk dalam kategori daerah unggul dengan pembangunan yang relatif seimbang. IPM Halmahera Utara berada pada kisaran 71-72, dengan cakupan akses air bersih dan sanitasi yang telah melampaui 85 persen.
Data BPS dan BI tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hidup dan pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing yang saling melengkapi dalam mendorong kemajuan Maluku Utara secara keseluruhan. (Rey)