Penyaluran minyak tanah bersubsidi. (Foto/ilustrasi)
TERNATE, GO RMC.ID-Warga RT 05 Kalumata mendadak naik darah Kamis (27/25) gara-gara jatah minyak tanah subsidi yang biasanya 10 liter per KK, mendadak menciut seperti balon bocor. Belum mulai masak, wajan sudah gosong duluan.
Seorang warga yang tak mau disebut namanya (takut minyaknya makin dipotong) bilang, pembagian kali ini bikin geleng kepala.
“Harusnya 10 liter, eh yang datang cuma seciprat. Masa satu rumah isi tiga KK dapat cuma 10 liter, Ini pembagian atau bagi rasa?” ketusnya.
Padahal pembagian ditemani pegawai Pemkot. Tapi entah kenapa, tetap saja jatah warga dikerat seperti daging qurban sebelum Idul Adha.
“Kami cuma mau hak kami, bukan minta bonus,” ujar warga kesal.
Belum cukup panas, muncul isu lebih pedas, katanya ada telepon “ajaib” dari lurah yang perintahkan petugas jangan layani RT 05, karena minyak itu buat RT 06.
Warga langsung heboh. “Ini minyak subsidi atau warisan keluarga, kok bisa diatur-atur begitu?”
Warga makin curiga karena distribusi yang harusnya transparan malah penuh drama mirip FTV sore hari tapi tanpa iklan mie instan.
Pangkalan Minyak Tanah milik KHI alias Kodrat yang biasa menangani pasokan RT 05 dan RT 06 ikut terseret.
Warga bahkan minta evaluasi besar-besaran karena kejadian begini sudah kayak sinetron, bersambung terus, tapi tak pernah selesai.
Warga berharap Pemkot Ternate turun tangan, sebelum wajan-wajan di Kalumata resmi pensiun dini. (Tim)