JAKARTA, GO RMC.ID-Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih kembali membuahkan hasil di Kota Ternate.
Dalam penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025, Ternate resmi menembus Zona Hijau dengan capaian 87,7 persen.
Nilai ini mengantar Ternate menduduki peringkat kedua se-Provinsi Maluku Utara, tepat di bawah Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang meraih 89 persen.
Di balik capaian tersebut, peran Sekretaris Daerah Kota Ternate yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rizal Marsaoly, menjadi sorotan. Atas mandat langsung dari Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, Rizal memimpin proses konsolidasi data lintas OPD untuk memastikan kelengkapan dan validitas seluruh dokumen yang diunggah ke aplikasi JAGA KPK.
“Dari delapan area intervensi KPK mulai perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, APIP, manajemen ASN, pengelolaan aset, hingga optimalisasi pendapatan semuanya berhasil kami verifikasi dengan lancar,” ujar Rizal usai proses verifikasi, Kamis (4/12/2025).
Proses verifikasi yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIT itu menjadi tonggak penting bagi Pemkot Ternate.
Sebab pada tahun sebelumnya, capaian MCP kota ini hanya berada pada angka 80 persen.
Lonjakan menjadi 87,7 persen pada 2025 menunjukkan adanya perbaikan sistemik dan penguatan komitmen antar lembaga.
“Ini bukan kerja satu orang, ini kerja tim. Semua OPD bekerja keras menyajikan data akurat sesuai indikator KPK. Kami masih punya waktu sampai besok, jadi tidak menutup kemungkinan angka ini naik lagi,” tambah Rizal optimistis.
Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, memberikan apresiasi khusus atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi yang solid serta komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras tim yang dipimpin Pak Sekda. Ini bukti bahwa komitmen kita terhadap pemerintahan yang bersih bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar diterapkan,” ujar Wali Kota.
Masuknya Ternate ke Zona Hijau bukan hanya sekadar pencapaian angka, melainkan refleksi keseriusan pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efisiensi tata kelola anggaran.
Dengan tren positif ini, masyarakat Ternate dapat berharap pada sistem birokrasi yang semakin transparan, responsif, dan bebas dari praktik korupsi. (Rey)