Bandara Cekel IWIP (dok/ist)
TERNATE, GO RMC.ID-Bandara Khusus Weda Bay milik PT IWIP di Halmahera Tengah baru mau pamer gaya internasional, eh langsung kena semprot Kementerian Perhubungan.
Izin terbang ke luar negeri yang sempat bikin heboh itu kini resmi dicabut tanpa tedeng aling-aling.
Padahal, selama ini bandara itu cuma dikenal pekerja tambang. Tiba-tiba bisa terbang langsung ke luar negeri, jelas bikin banyak orang kaget. Sudah mirip “Mini Soetta versi Hutan”, tinggal nunggu karpet merah saja.
Tapi gaya-gayaan itu cuma sebentar. Setelah kasus Bandara IMIP di Morowali lebih dulu memanas, Kemenhub langsung menyapu rata semua bandara industri yang nakal. IWIP ikut terseret seperti karakter figuran yang tidak tahu apa-apa, tapi tetap kena marah.
Dua bandara industri raksasa IMIP di Sulawesi Tengah dan IWIP di Halmahera Tengah resmi dipotong jalur internasionalnya. Tinggal satu yang selamat Bandara Sultan Syarief Haroen Setia Negara di Riau, yang entah bagaimana tidak ikut dimarahi.
Keputusan penyapuan massal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan KM 55 Tahun 2025, ditandatangani Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada 13 Oktober 2025.
Aturan baru ini seperti pagar listrik, bandara khusus cuma boleh terbang internasional dalam situasi tertentu saja evakuasi medis, bencana, atau kepentingan perusahaan yang betul-betul penting.
Kalau mau terbang ke luar negeri pun syaratnya setinggi menara, keamanan harus lengkap, keselamatan harus top, petugas bea cukai, imigrasi, dan karantina wajib siap berjaga. Kurang satu saja? Pesawat bisa disuruh putar balik sebelum sempat ngopi.
Bahkan izin khusus internasional hanya berlaku sampai 8 Agustus 2026. Setelah itu, kalau masih ingin terbang ke luar negeri, bandara harus naik kasta jadi bandara umum. Kalau tidak? Ya sudah, tetap jadi bandara pekerja tambang.
Intinya, IWIP baru mau pamer jadi bandara internasional, eh keburu disemprot Kemenhub. Jalur luar negerinya langsung dicabut seperti stiker harga di toko diskon.
Sekarang tinggal tunggu, apakah mereka siap naik level atau cukup puas di kelas domestik selamanya. (Tim)