Ketua PGRI Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsoly saat menjenguk Sarjuga Kepala UPTD Pendidikan Ternate Utara. (Foto/ist)
TERNATE, GO RMC.ID-Sementara banyak daerah menyelenggarakan acara seremonial meriah untuk memperingati Hari Guru Nasional, Ketua PGRI Kota Ternate, Rizal Marsaoly, justru memilih cara yang berbeda.
Pada Selasa (25/11/2025), ia mengunjungi langsung dua guru yang sedang berjuang melawan penyakit di kediaman mereka.
Tanpa protokoler berlebihan ataupun sorotan kamera, Rizal yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Ternate ini menyambangi rumah Sarjuga, Kepala UPTD Pendidikan Dasar Ternate Utara di Kelurahan Akehuda.
Sarjuga harus berhadapan dengan konsekuensi penyakit gula yang dideritanya, berupa amputasi empat jari kaki kiri.
“Kami datang untuk memastikan kondisi Bapak,” ujar Rizal sambil menyerahkan santunan dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.
Kunjungan dilanjutkan ke rumah Rina Madjid, guru SDN 10 Kota Ternate di Kelurahan Sangaji. Rina yang mengalami patah kaki harus bertumpu pada tongkat untuk berjalan.

Dengan penuh perhatian, Rizal memintanya untuk tidak memaksakan diri dan memprioritaskan kesehatan.
“Kesehatan Ibu jauh lebih penting. Jangan terlalu memaksakan diri,” kata Rizal.
Rina berbagi cerita tentang murid-muridnya yang terus menanyakan kapan ia bisa kembali mengajar.
Cerita tersebut sempat membuat hening ruang tamu rumahnya, menggambarkan betapa kuat ikatan batin antara guru dan peserta didik.
Bagi Rizal, kunjungan ini merupakan bentuk pengingat bahwa di balik profesi guru, ada manusia yang juga bisa rapuh dan membutuhkan dukungan.
“Jika guru adalah penjaga masa depan, maka ketika mereka jatuh, kewajiban kita untuk menguatkan,” tegasnya.
Dalam kesederhanaan kunjungan ini, terselip pesan mendalam bahwa sebelum berbicara tentang mutu pendidikan, yang pertama harus dijaga adalah kemanusiaan para pendidiknya. (Rey)