TERNATE,GO RMC.ID-Desakan publik agar Polda Maluku Utara segera menuntaskan kasus dugaan skandal penjualan 90 ribu ton ore nikel ilegal terus menguat.
Kali ini, tekanan datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara, Mudasir Ishak, yang menuntut penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut segera mengumumkan menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Menurut Mudasir, kasus ini tidak bisa dianggap remeh karena diduga melibatkan jejaring korporasi dan sejumlah elit birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Aktivis Persatuan Alumni GMNI ini menyebut, terdapat indikasi kuat adanya praktik kolusi antara pejabat teknis dan pihak perusahaan tambang dalam proses penjualan ore nikel itu.
“Kasus ini disinyalir ada konspirasi antara korporasi dan pejabat teknis di lingkungan Pemprov Maluku Utara untuk menjual ore nikel secara ilegal,” tegas Mudasir kepada GO RMC.ID, Sabtu (1/11/2025).
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun PSMP, hasil penjualan ore nikel tersebut tidak pernah tercatat dalam kas daerah Pemprov Maluku Utara.
Kondisi itu, menurutnya, menjadi sinyal kuat adanya praktik korupsi terstruktur dan sistematis.
“Dari hasil penjualan itu tidak ada pemasukan ke kas daerah sampai sekarang. Bagi kami, ini kejahatan luar biasa yang harus segera ditindak tegas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mudasir mendesak penyidik Ditreskrimum Polda Malut agar segera menggelar perkara dan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.
Ia juga meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara terbuka dan profesional.
“Kami juga meminta penyidik untuk memanggil dan memeriksa para inspektur tambang serta Tim Percepatan Investasi yang saat itu diketuai Bambang Hermawan, karena diduga mengetahui penjualan tersebut,” tegasnya.
Mudasir menilai lambannya proses penyidikan kasus ini dapat menimbulkan kecurigaan publik terhadap integritas penegakan hukum di Maluku Utara.
“Sudah terlalu lama kasus ini digantung tanpa kejelasan. Padahal datanya sudah terang benderang,” tutup Mudasir. (Tim)