TERNATE,GO RMC.ID-Ketua Umum Forum Keberagaman Nusantara (FKN), Arif Rahmansyah Marbun Tuanku Alamsyah, menyoroti ketidakhadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam kegiatan deklarasi nasional FKN yang digelar di halaman Kedaton Kesultanan Ternate, Senin (27/10).
Deklarasi bertajuk “Merajut Akar Bangsa, Membangkitkan Rasa Nusantara untuk Mewujudkan Indonesia Emas” itu dihadiri oleh mantan Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, yang juga menjadi Dewan Pembina FKN Pusat, para raja dan sultan se-Nusantara, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate.
Arif menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Sherly dalam forum kebangsaan yang dinilai penting tersebut, terlebih kegiatan dilaksanakan di daerahnya sendiri.
“Kegiatan ini sangat penting dan Maluku Utara menjadi tuan rumah, seharusnya Gubernur Sherly Tjoanda bisa hadir langsung. Apalagi beliau sedang ramai dibicarakan di media sosial, sayangnya justru absen di forum keberagaman nasional ini,” ujarnya.
Meski begitu, Gubernur Maluku Utara diketahui tetap mengirimkan salam hormat yang disampaikan melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Provinsi Malut, Sri Haryati Hatari, yang hadir mewakilinya.
Dalam sambutannya, Arif Rahmansyah menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa yang terikat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ia menilai keberagaman etnis, agama, dan budaya adalah kekuatan utama yang menyatukan Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
“Warisan nilai luhur ini harus dijaga agar tidak mudah dipecah belah oleh kepentingan sesaat atau ego perbedaan pandangan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneguhkan tekad menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, tidak hanya sebagai simbol, tetapi sebagai pedoman hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai itu harus hadir di sekolah, rumah, dan di tengah masyarakat. Dari keberagaman itulah tumbuh kekuatan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Tim)