TERNATE, GO RMC ID-Kinerja gemilang UPTD Samsat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mendapat apresiasi dari dua lembaga penting, yakni Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Utara dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel.
Kepala BPK Perwakilan Maluku Utara, Marius Sirumapea, menyampaikan langsung apresiasi tersebut dalam kegiatan Rapat Penerimaan Percepatan PAD yang digelar di Hotel Sahid Bela Ternate, Senin (13/10).
“Harusnya seluruh Samsat mencontohi Samsat yang di Halsel,” ujar Marius di hadapan peserta rapat yang dihadiri perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan sejumlah perusahaan pertambangan serta industri.
Marius menilai UPTD Samsat Halsel di bawah kepemimpinan Fikri Abusama berhasil menunjukkan komitmen tinggi dan inovasi dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maluku Utara mencatat, hingga Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak daerah UPTD Samsat Halsel telah mencapai Rp 95,46 miliar atau 86,53 persen dari total target tahunan sebesar Rp110,23 miliar.
Menariknya, sektor Pajak Alat Berat (PAB) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp 95,46 miliar dari target Rp11,32 miliar, atau naik hingga 272,57 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pajak alat berat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan wajib pajak untuk memastikan penerimaan berjalan optimal,” ujar Fikri Abusama.
Sementara itu, dua sektor lainnya masih berproses, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan realisasi Rp18,10 miliar dari target Rp71,97 miliar (18,51 persen), serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp10,67 miliar dari target Rp25,63 miliar (26,08 persen).
Jika dilihat per triwulan, capaian tertinggi terjadi pada Triwulan III dengan total penerimaan Rp42,01 miliar, disusul Triwulan I dan II masing-masing Rp 23,45 miliar dan Rp 23,15 miliar.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan, Ahmad Patoni, yang menilai Samsat Halsel sebagai mitra kerja paling aktif dan transparan dalam memastikan akurasi data pajak kendaraan.
“Kami sudah menandatangani MoU dengan Samsat Halsel terkait PKB dan BBNKB. Dari seluruh Samsat, yang paling aktif turun ke lapangan dan memeriksa kendaraan yang beroperasi hanyalah Samsat Halsel,” ungkap Ahmad.
Menurutnya, keberanian dan kejujuran dalam melakukan pendataan kendaraan menjadi faktor penting peningkatan PAD.
“Kalau hal ini tidak dilakukan, jangan berharap PAD provinsi bisa meningkat. Karena itu, kami beri apresiasi kepada Samsat Halsel yang intens melakukan pengecekan dan pendataan,” tegasnya.
Meski tahun anggaran belum berakhir, Kepala UPTD Samsat Halsel Fikri Abusama menyatakan optimisme tinggi untuk dapat melampaui target penerimaan 2025.
“Kami sangat optimis dalam sisa waktu dua bulan lebih ini bisa melampaui target. Terima kasih kepada BPK dan Kejari Halsel atas dukungan dan pendampingan yang luar biasa,” ujarnya.
Fikri menambahkan, pihaknya akan terus mendorong kesadaran wajib pajak serta memperluas basis pajak di sektor alat berat dan kendaraan bermotor.
“Upaya ini diharapkan mampu menjaga momentum positif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah di Halmahera Selatan,” tutupnya. (Ero)